TANYA : HUKUM AQIQAH

Apa hukum aqiqah? Dan bolehkah saya menangguhkan aqiqah anak saya dikarenakan belum adanya biaya untuk menyelenggarakan aqiqah?

— An di kota C —

Jawaban :

Islam mensyariatkan penyembelihan aqiqah untuk bayi yang baru dilahirkan sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat yang telah diberikan Allah (berupa kelahiran bayi).

Dan para ulama berbeda pendapat dalam menghukuminya, apakah hal ini wajib atau sunnah. Mayoritas ulama, dan ini adalah pendapat yang paling rajih (kuat), hukum aqiqah untuk bayi yang baru lahir adalah sunnah muakkadah, yakni sunnah yang sangat ditekankan atau dianjurkan.

Bahkan Imam Ahmad rahimahullah pernah mengatakan bahwa orangtua boleh meminjam (uang) untuk melakukan aqiqah bagi anak mereka selama mereka yakin dapat mengembalikan pinjaman tersebut. Adapun bagi orang yang tiada memiliki kesanggupan untuk mengembalikannya, maka hal ini seyogyanya tidak dilakukan. Perkataan Imam Ahmad ini menunjukkan betapa pentingnya aqiqah untuk anak yang baru lahir.

Sebagaimana sabda Nabi shallalllahu ‘alaihi wa sallam :

“Setiap anak yang baru lahir tergadai dengan aqiqahnya, (sampai) disembelihkan (aqiqah) itu untuknya pada hari ketujuh, dicukur rambutnya dan diberi nama.” (HR. Abu Dawud, At Tirmidzi, An Nasa’i, dan Ibnu Majah. Dishahihkan oleh Syaikh Al-Albany).

Yang dimaksud dengan tergadai disini maksudnya yang paling kuat adalah tertahan, yakni tertahan dari kebaikan-kebaikan yang seharusnya diperolehnya jika ia diaqiqahi.

Waktu pelaksanaan aqiqah yang paling utama adalah pada hari ketujuh dari kelahirannya. Jika telah lewat, maka pada hari ke empat belas. Jika lewat juga, maka pada hari ke dua puluh satu. Jika lebih dari itu, maka tidak termasuk dalam sisi keutamaannya, namun tidak mengapa.

Sedangkan jumlah kambing sembelihan adalah dua kambing untuk anak laki-laki, dan seekor kambing untuk anak perempuan. Namun jika tidak mampu, maka satu kambing pun cukup baik untuk anak laki-laki maupun perempuan.

Sesungguhnya Allah tidak akan membebani hambaNya kecuali sesuai dengan kesanggupannya. Wallahu a’lam.

 

 

Gambar : Fiqih Wanita

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *